(Part 2) My Heart Decice

 

Tittle: My Heart Decide Part 2

Author: Hyorimindi/Kim Hyo Rim/Indiragenia (Eugenia Sylvi Indira)

Poster Goes To: YeonNiaArtwork

Genre: Romance

Rating: PG13/PG15

Length: Little Series

Main Cast:

  • Park Jiyeon (T-Ara) as Park Jiyeon
  • Choi Minho (SHINee) as Choi Minho

Other Cast:

  • JB (JJ Project) as Im Jaebum
  • And other can you found in this fanfic *.*

 

Call Me Maybe On: @indiragenia (Twitter(Mention=Follback) & Eugenia Indira (Facebook)

 

NB: Hey Reader Mian se mian mian nya aku baru post hari ini #bow. Jadi beberapa hari terakhir ini, aku ada acara perpisahan ke luar kota, nyari SMA dan lain nya. Jadi mohon maafin aku yah baru nge post sekarang. Oia sesuai janjku part ini lebih panjang beberapa lembar dan sedikit pemberitahuan aku memutuskan untuk mengutamakan satu ff dulu yaitu ff ini. Jadi ff lain akan aku lanjutkan setelah ff ini selesai, semoga suka yah hehehe. Happy Reading..!!! Don’t Be Siders and Don’t Be Plagiator

 

Read First (Teaser) , Part 1

 

*_*_*

 

Seluas apa pun dunia ini

Jika kau dan aku di takdirkan bersama

Kita pasti akan bertemu

Tali takdir jalan kita

Dan hati tulus lah yang menuntun nya

 

*_*_*

 

Minho POV

Akhirnya aku bisa mengistirahatkan tubuhku yang sedari tadi terasa kaku. Entah kenapa aku merasa begitu senang hari ini, apa ini karena Jiyeon? Iya dia memang teman yang baik menurutku, ya hanya sekedar teman untuk saat ini.

Saat aku berjalan melewati kamar Jiyeon, aku sedikit melirik ke kamar nya dan tak ada siapa pun di sana. Lebih baik aku letakkan hadiah ini di kamar nya saja, iya hadiah karena sifat nya yang baik padaku, dan sarapan manis nya tadi pagi,  hal itu juga yang membuatku tak tega membiarkan nya pergi.

Aku pun memberanikan diri memasuki kamar nya dan meletakkan kotak berpita tersebut di atas kasur nya, tepat di saat aku membalikkan tubuhku, terlihat Jiyeon yang sedang berdiri menatapku penasaran.

“Jiyeon” ucapku terkejut

“Ne, apa yang sedang kau lakukan Minho?”

“Aku sedang…”

“Sedang apa?”

“Eum ya aku sedang mencari belalang yang tadi terbang ke sini. Sepertinya sekarang belalang itu sedang bersembunyi di bawah kasur mu”

“Mwo?”

“Iya kalau kau mendengar suara buuuuuuuuuzzzz seperti ini. Panggil saja aku hehehe. Eum aku ke kamar dulu yah” ucapku bodoh dan pergi meninggalkan Jiyeon dengan tatapan bingung.

Sesampai di kamar aku begitu menyesal, kenapa aku bisa berkata seperti itu. Kharisma ku bisa hancur begitu saja di mata Jiyeon, pabbo.

Harusnya aku jujur saja pada nya, di atas kotak itu juga ada kartu ucapan yang tertulis dari Minho. Arrhhggtt pabbo, bisa-bisa nya aku bertingkah bodoh karena panik saat melihat Jiyeon. Aku pun akhirnya mengakhiri penyesalanku dengan pergi ke alam mimpi. Kuharap hari esok dapat indah bahkan lebih indah dari hari ini. Terima kasih tuhan 🙂

 

Jiyeon POV

Oke aku tak menyangka seorang Minho memiliki sisi ‘bodoh’ seperti itu. Jelas-jelas di atas kotak ini terdapat kartu ucapan yang tertulis

 

Hai Jiyeon mungkin perlu ku panggil kau Bee.

Iyah kau lebah di mata ku, awal nya kau tampak begitu menggangu, tapi tanpa ada nya kau, aku tak dapat merasakan manis nya hari ini, sama seperti lebah yang keberadaanya begitu menggangu, tapi tanpa ada lebah kita tak dapat merasakan manis nya madu.

Anggaplah hadiah ini sebagai hadiah mula nya pertemanan kita. Terima Kasih atas semua nya.

 

-Minho-

 

Tak ku sangka Minho yang awalnya tampak seperti namja kaku bisa menuliskan kata-kata manis ini padaku. Hei aku lupa aku belum melihat isi dari kotak tersebut apa yah isi nya..???

Astaga ini kan dress yang tadi aku coba, yah akhirnya aku mengerti kenapa ia bertanya ‘Mana baju yang paling kau suka, dari kedua baju ini?’ padaku. Akan ku simpan dress ini baik-baik, sebaik sifat dan tingkah baik nya padaku. Terima kasih tuhan karena kau telah mempertemukan ku dengan teman yang baik seperti Minho.

 

*_*_*

 

Mentari mulai menunjukkan sinar nya, burung-burung berkicauan. Tak di sangka ini adalah pagi kedua aku di New York.

Setelah nyawaku benar-benar berkumpul aku berjalan keluar kamar. Tampak tak ada orang di ruang tamu, bahkan dapur.

Mungkin Minho masih tidur, batinku. Aku pun memutuskan untuk lari pagi mengitari kota New York.

 

Minho POV

Perlahan ku buka mataku, segera ku tatap jam weker yang berada tepat di meja samping tempat tidurku.

Jam 8 kurang 20 menit..??? Mataku melotot secara tiba-tiba, astaga aku terlambat. Aku pun bergegas ke kamar mandi, bukan untuk mandi. Iya cukup menyikat gigi dan membasuh muka, hal itu demi menghemat waktu. Setelah bersiap-siap aku pun bergegas ke kantor.

 

*_*_*

 

Di tengah perjalanan ke kantor, tanpa sengaja mata ku menangkap bayangan seorang yeoja yang sangat mirip dengan Jiyeon, yeoja itu sedang memainkan biola dengan senang nya bersama musisi jalanan. Tunggu..?? Aku pun memberhentikan mobil secara tiba-tiba dan segera memarkirkan mobil. Iya itu memang Jiyeon, yakinku.

Aku pun keluar dari mobil dan berjalan mendekati kerumunan orang-orang yang tampak kagum dengan permainan biola Jiyeon.

Tak hanya kerumunan orang-orang itu, jujur aku juga terkagum-kagum dengan permainan biola nya. Setelah ia dan para musisi jalanan itu selesai memainkan sebuah lagu, semua orang memberikan tepuk tangan dan beberapa lembar dolar ke sebuah tas gitar yang di letakkan di dekat mereka.

Aku pun segera mengambil uang di dompet yang ku letakkan di kantong celanaku dan menyerahkan selembar dolar.

“Minho..” ucap Jiyeon

“He is your boyfriend?” tanya seorang namja pemain gitar, salah satu dari musisi jalanan itu pada Jiyeon.

“No, he is just my friend” ucap Jiyeon sambil menunjukan deretan gigi putih nya.

“Hey I’m Minho” ucapku memperkenalkan diri.

Jiyeon pun berjalan mendekatiku “Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jiyeon yang membuat ku sadar.

“Astaga Jiyeon..” ucapku mengejutkan nya

“Ne wae?”

“Harus nya aku berangkat ke kantor sekarang”

“Hah? Lalu bagaimana bisa kau ada di sini?” tanya Jiyeon panik.

Tiba-tiba tekanan darahku terasa berjalan lebih cepat dan yak alasan aku di sini karena terpesona dengan nya, tepatnya terpesona dengan permainan biola nya. Tapi tak mungkin aku berkata jujur seperti itu pada nya bukan?

“Mobil ku mogok?” ucapku tiba-tiba

“MWO..???” mata Jiyeon pun bergerak-gerak mencari di mana letak mobil ku.

“Bukan nya itu mobil mu?” tanya Jiyeon sambil menunjuk mobilku yang terpakir rapi di antara 2 mobil.

“Mogok tepat di situ?” tanya Jiyeon lagi.

“Ne. Untung bukan mogok di tengah jalan bukan hehe”

“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?”

Oke masalah bertambah lagi, batinku.

Tepat saat itu ponsel ku berdering, dan ternyata itu sebuah pesan dari atasanku.

 

Maaf baru saya beritahu sekarang, rapat di undur besok. Client belum siap untuk hadir hari ini. Terima Kasih

 

Aku merasakan hatiku berteriak ‘Yeeeeaaahhhhh…’. Dan perasaanku menjadi lebih lega.

 

“Aku libur hari ini” ucapku

“Mwo? Tadi kau bilang kerja sekarang libur. Jadi sebenarnya bagaimana?”

“Lupakan lah, ayo kita jalan-jalan. Nanti akan ku ceritakan semua nya”

“Jalan-jalan? Mobil mu kan mogok”

“Jalan-jalan dengan kaki maksudku, ayolah pagi ini cuacanya sedang cerah”

“Cerah? Cuaca dingin seperti ini kau bilang cerah. Astaga Minho..”

“Hey cuaca hari ini tidak begitu buruk bukan”

“Tapi kan hari ini….”

Aku pun segera memotong pembicaraan nya “Sudah kenakan ini” ucapku sambil menyerahkan jas ku pada nya.

“Jas mu?”

“Ne ada apa dengan jas ku? Kau tidak suka?”

“Bukan itu, tapi..”

“Sudah kenakan jas itu, kita sekalian saja makan siang di luar nanti”

“Mwo? Tadi kau bilang makan siang?”

“Ne kita jalan-jalan sekalian saja sampai makan siang”

“Di cuaca seperti ini?”

“Tentu saja, cepat jangan banyak bicara”

Jiyeon pun akhirnya tak dapat berkutik, aku dan Jiyeon pun akhirnya berpamitan dengan para musisi jalanan. Kami pun berkeliling New York untuk kedua kali nya.

 

*_*_*

 

Jam menunjukkan pukul 12.00 siang. Aku dan Jiyeon sedang berada di sebuah cafe bernama ‘Mie Resto’ yak kami akan makan siang di sini. Saat Jiyeon menyumpit mie pesanan nya, aku jadi ingat dengan eomma ku di Seoul.

“Hey kenapa kau memperhatikanku?” tanya Jiyeon tiba-tiba.

“Entahlah, ini pertama kali nya aku melihat seorang yeoja yang makan dengan menggunakan sumpit semenjak tinggal di New York. Dan cara mu menyumpit sama persis seperti eommaku?”

“Mwo? Krystal bukan nya orang korea. Orang korea itu kan biasa..”

“Menggunakan sumpit?” ucapku Jiyeon pun menjawab dengan anggukan

“Iya Krystal memang berbeda dengan yeoja-yeoja korea lain nya, dia tak dapat menggunakan sumpit. Tapi dia tetap special di hatiku”

“Ooohh ne” ucap Jiyeon dengan suara rendah. Dari situ Jiyeon tak pernah mengucapkan satu kata pun hari itu. Sampai kami keluar dari restoran itu ia tak pernah bersuara, bahkan ia jalan mendahului ku.

Aku hanya dapat menatap punggung nya dari belakang.

 

Jiyeon POV

Saat mendengar kata-kata Minho mengenai Krystal. Hatiku terasa sakit, tubuh ku terasa lemas begitu saja. Aku bahkan tak berani menatap Minho hari itu, aku tak tau ada apa dengan ku? Namun akhirnya aku memutuskan untuk mulai berbicara lagi dengan Minho.

Saat membalikkan tubuhku. Betapa terkejutnya aku, Minho tidak ada di belakang ku.

Aku pun menyusuri jalan yang tadi ku lewati untuk mencari Minho, sesekali ku teriakkan nama Minho. Hingga akhir nya aku menemukan nya di sebuah kedai bunga.

“Minho..!!”

“Jiyeon..? Kenapa kau bisa di sini?”

“Hoh kau buat aku khawatir. Aku kira kau sengaja meninggalkanku? Kenapa kau pergi?” tiba-tiba wajahku memelas. Air mataku tak dapat tertahan, aku lelah bercampur sedih. Entah apa yang terjadi padaku?

“Jiyeon..?? Kenapa kau menangis?” Minho menghapus air mataku dan memeluk tubuhku. Suatu getaran hebat sangat terasa di sini, iya di hati ku.

“Tuan ini bunga yang tuan pesan” ucap seorang yeoja yang tiba-tiba datang dari dalam kedai bunga. Aku pun melepas pelukan Minho dari tubuhku dan Minho segera mengambil seikat bunga tulip kuning yang entah kapan ia pesan.

“Untukmu” ucap Minho menyerahkan seikat bunga kesukaanku itu.

Karena hal itu sampai malam tiba aku tak dapat memejamkan mataku.

 

*_*_*

 

Pagi tiba, yang pertama ku pandang saat bangun tidur adalah bunga tulip kuning dari Minho itu. Kuhirup udara segar dari bunga kesukaan ku itu. Tanpa sengaja terlihat sebuah kartu ucapan yang terselip di antara bunga-bunga itu, aku pun membaca nya

 

Special For You..

Pleasseee don’t leave me babe…

I’m sorry, I’m broke your heart last day..

I’m so sorry about that. I Love You Krystal ♥

 

Krystal yang tertulis di situ, bukan nama ku. Sakit rasa nya, yang ada di fikiranku sekarang ‘Minho hanya mengasihaniku’ tidak lebih. Aku saja yang berkhayal-khayal terlalu tinggi menganggap bahwa ‘Aku special’ di hati nya. Aku bodoh, aku jahat, aku tak tau diri, aku terlalu egois bahkan aku melupakan orang yang ku cintai Jaebum.

 

*_*_*

 

Jaebum POV

Hari-hari tanpa Jiyeon begitu berat untuk di jalani. Setiap malam aku berdoa, berharap dia baik-baik saja. Aku masih menunggu kabar mengenai Jiyeon, sampai tiba-tiba

“Tuan maafkan saya” ucap pelayan Lee mengejutkanku

“Mwo?”

“Saya tak bisa berlama-lama berbohong dengan tuan”

“Berbohong? Apa maksudmu?”

“Saya, saya semua penyebab ini”

“Mwo?? Maksudmu Jiyeon??”

 

Tuan Lee menjelaskan semua nya padaku, ini semua perbuatan eomma. Aku pun memutuskan untuk menjemput Jiyeon dalam keadaan hidup atau mati, aku tetap ingin menemuinya karena aku mencintainya. Demi melindungi tuan Lee, aku beralasan melanjutkan kuliah ku di New York, awal nya eomma bersikeras melarangku. Namun karena tuan Lee meyakinkan eomma bahwa Jiyeon pasti telah tiada, eomma pun menyetujui nya.

 

*_*_*

 

Tiba di New York aku segera menuju mobil yang telah ku pesan dan berangkat ke apartement ku untuk beristirahat. Sesampai di gedung apartement ku hujan sedang turun deras, saat aku berjalan memasuki gedung apartement tiba-tiba saja seorang namja menabrak tubuh ku “Sorry” ucap nya dan ia langsung pergi meninggalkanku.

Aku pun tak mempedulikan nya, niat utama ku di sini adalah bertemu dengan Jiyeon bukan berurusan dengan namja tak jelas itu.

Aku pun melanjutkan langkahku menuju kamar apartement ku.

 

*_*_*

 

Minho POV

Tidurku tidak nyenyak hari ini, aku bingung dengan Jiyeon. Apa alasan di balik tangisan nya saat itu? Hati nya begitu rumit susah untuk di mengerti. “Oppa” ucap seseorang mengejutkanku. “Krystal? Apa yang kau lakukan di kantorku?”

“Apa aku mengganggu?”

“Anii..”

“Client mu sudah pulang?”

“Ne? Ia client ku baru saja pulang”

“Ohhh, oppa ayo kita jalan-jalan”

 

*_*_*

 

Di sini aku sekarang, taman di mana aku dan Jiyeon berjalan-jalan beberapa hari yang lalu. Entahlah kenapa aku jadi merasa bersalah dengan Jiyeon.

“Oppa kenapa kau aneh hari ini?”

“Nee..?? Anii gwaenchana.”

“Oppa sakit yah? Ayo kita ke dokter”

“Tidak, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan bunga tulip yang kemarin ku berikan? Kau suka?”

“Bunga? Kapan oppa belikan aku bunga?”

Astaga aku baru ingat bunga itu aku berikan ke Jiyeon kemarin bukan ke Krystal. Berarti kartu ucapan itu..??

“Oppa? Kau aneh hari ini?”

“Krystal, aku lupa bunga itu tertinggal. Besok kita bertemu lagi yah, aku akan membawakan bunga nya anyeong”

Aku pun berlari menuju apartement, dan berharap Jiyeon tak membaca kartu ucapan itu. Sesampai di ruang apartement, tak ada tanda bahwa Jiyeon berada di sana. Bahkan dia tak berada di kamar nya, dari jendela kulihat langit sedang mendung, sebentar lagi hujan akan turun.

Aku pun memutuskan untuk mencari Jiyeon di sekitar gedung apartement, saat aku berlari keluar apartement tiba-tiba

BRUUUUKKK

Aku menabrak seorang namja yang wajah nya tampak seperti orang asia. Orang itu menatapku dengan tajam, aku pun hanya dapat mengucapkan ‘Sorry’ pada nya dan pergi meninggalkan nya.

 

*_*_*

 

Hujan turun deras saat itu, aku masih bimbang apa yang harus aku lakukan? Mencari Jiyeon? Atau mebiarkan nya begitu saja tanpa tau di mana dia, sedang apa, atau baik-baik saja kah dia. Sejenak kutenangkan pikiranku, berusaha untuk berpikir jernih dan akhirnya aku memutuskan untuk melupakan keadaan Jiyeon, mungkin Jiyeon sedang menghibur diri sambil berjalan-jalan di New York dan mungkin pikiranku terlalu berlebihan beberapa saat ini.

Aku pun memutuskan untuk kembali ke dalam apartement.

 

Author POV

Seorang yeoja berdiri menatap danau indah di hadapan nya, memikirkan hidup nya, memikirkan kisah nya, memikirkan takdir nya, memikirkan akhir apa yang akan terjadi dengan hidup nya.

Hujan deras telah membasahi nya, tapi ia tetap membeku di tempat karena merasakan hal aneh di hati nya yang begitu mempengaruhi hidup nya saat ini.

Ia kejamkan mata nya, memori lama pun terlintas di pikiran nya

 

#Flashback

 

Daun-daun kering jatuh ke bumi

Angin-angin meniup nya

 

Suara khas musim gugur menemani manis nya hidup seorang yeoja muda yang sedang merasakan indah nya cinta, seorang namja manis baru saja menyatakan perasaan pada nya. Namja itu memainkan sebuah lagu ‘Cinta’ dengan iringan biola indah dari tangan nya. Menyatakan nya dengan tulus, membuat hati yeoja itu begitu tersentuh.

“Jiyeon-ah kau mau tidak jadi yeoja ku? Aku menyayangimu, aku harap kau juga memiliki rasa yang sama” tanya seorang namja sambil menatap yeoja bernama Park Jiyeon itu dalam. Jiyeon mengangguk dan dengan lantang mengatakan “Aku juga menyayangimu Im Jaebum”

 

#Flashback End

 

Jiyeon POV

Masa lalu itu masih tersimpan rapat di hatiku. Biola, Musim Gugur, Jaebum, hal itu yang buat aku jatuh cinta dengan nya dan hal itu juga yang buat aku bermotivasi menjadi violinist. Tak lama memori-memori itu terkenang kembali membentuk sebuah kisah di pikiranku, memori lama di saat aku menuliskan sebuah lagu berjudul Francoeur pun terpikirkan.

Francoeur berarti hati yang tulus dalam bahasa Prancis, lagu itu belum ku tulis hingga selesai sampai sekarang. Aku fikir jika aku jadi menikah dengan Jaebum, aku akan melanjutkan menulis lagu itu bersama nya, tapi memori itu buyar saat aku mendengar suara petir yang menggelegar.

Sejurus kemudian pikiranku beralih ke namja bernama Minho. Kemana dia? Apa dia tak akan menjemputku? Mungkin aku terlalu berharap, entahlah tumbuh rasa-rasa yang aneh di hatiku jika aku mengingat Minho. Tapi aku segera melupakan nya, dan berusaha untuk tak mempedulikan nya.

 

*_*_*

 

Hujan mulai reda, matahari yang awal nya bersembunyi di balik awan mulai menampakkan sinar nya. Burung-burung yang tadi berteduh pun mulai mengepakkan sayap nya sambil bersiul-siul menyambut matahari.

Tubuhku yang awalnya basah karena hujan, mulai mengering karena tiupan angin dan sinar matahari. Hatiku terasa lebih tenang, ku tetapkan untuk tetap mengunci nama Jaebum di hatiku, tanpa ada namja lain yang boleh masuk.

Aku pun bergerak dari tempat itu, dan berjalan kembali menuju apartement Minho. Diperjalanan aku singgah ke sebuah minimarket untuk membeli minuman, saat aku ingin membayar di kasir aku melihat sebuah berita yang begitu mengejutkan “Putera dari Perusahaan Besar Korea Im Corp. Memutuskan Untuk Melanjutkan Sekolah Nya di New York”

Im Corp. Itu perusahaan keluarga Jaebum berarti Jaebum berada di New York sekarang. Otomatis langkah ku untuk bertemu dengan Jaebum semakin dekat. Jaebum di sini berarti tak lama lagi aku akan berpisah dengan Minho, ada rasa tak rela di benak ku tapi…

“Miss” ucap penjaga kasir mengejutkan ku

“Oh Sorry” aku pun segera membayar minuman yang kubeli dan melanjutkan perjalanan ku ke apartement Minho.

 

*_*_*

 

Minho POV

Ombak bergemuruh membentuk sebuah irama

Pasir-pasir terbentang luas dengan indah nya

Angin-angin meniup dahan yang melambai-lambai

Aku mendengar suara yeoja yang tak asing di telingaku, dia menangis memelukku dengan erat ia berkata

“Seberat apapun rantai yang mengikatku dengan nya, aku yakin jika hati kita memang ditakdirkan bersatu kau bisa menghancurkan rantai ku dengan nya. Merebut perasaanku dari nya, hingga kita susun jalinan baru di hidup kita”

Yang bisa kurasakan hanya hembusan nafas nya, rambut panjang, dan jemari nan indah nya. Apa ini sebuah mimpi? Entah kenapa terasa begitu nyata.

Kelopak mataku mulai membuka, mimpi itu. Yeoja di dalam mimpi itu, siapa dia? Tentu itu bukan Krystal, aku hafal jelas suara nya. Tapi siapa dia?

 

BRRAAAAAKKKK

 

Suara pintu apartementku yang terbuka secara tiba-tiba begitu mengejutkanku, yeoja berambut kusut tampak jelas di mataku, menatapku dengan tatapan mata nya yang sayup dan menunjukkan deretan gigi nya yang seputih susu.

“Minho. Apa aku membangunkanmu?” ucap nya sambil menyisir rambut kusut nya dengan jemari nya.

Jemari itu? Tampak tak asing? Apa dia yeoja yang ada di mimpiku tadi? Tapi kenapa dia?

“Minho…”

“Ne…”

“Eumm aku ke kamar dulu yah..”

“Jiyeon tunggu”

“Ne.. Wae?”

“Park Jiyeon, Apakah kau menyukaiku??”

 

Jiyeon POV

Aku berjalan menuju ruang apartement Minho. Entah kenapa perasaanku kembali menjadi tidak tenang, aku bingung, hingga aku mengacak-ngacak rambutku depresi.

Saat aku memasuki ruang apartement Minho, tanpa sengaja aku mendorong pintu apartement Minho terlalu kencang hingga menyebabkan suara yang cukup mengganggu.

Terlihat Minho yang tampak berantahkan di sofa ruang tamu. Mungkin dia baru bangun tidur pikirku.

“Minho. Apa aku membangunkanmu?” ucapku sambil menyisir rambutku dengan jemariku, tapi Minho tak menanggapi nya. “Minho…” ucapku memastikan bahwa dia dalam keadaan sadar.

“Ne…” akhirnya suara Minho terdengar.

“Eumm aku ke kamar dulu yah..” ucapku karena tak ingin lama-lama terjebak dalam keadaan seperti ini.

“Jiyeon tunggu” aku pun memberhentikan langkahku dan menghadapnya.

“Ne.. Wae?” tanyaku

“Park Jiyeon, Apakah kau menyukaiku??”

“Mwo??”

 

-TBC-

 

NB: Gimana? Gimana? Suka enggak..??? Kalau udah baca jangan lupa RCL yah gomawo. Yang RCL masuk surga amiinn 🙂 Mian kalau ada typo…

Iklan

Tag:, , , ,

About indiragenia

I am just not perfect girl and trying to be a good person hehe.. So like music, dance, sing, read, and write,.. Need many many many friends.. I am not good but not bad hehehe...

11 responses to “(Part 2) My Heart Decice”

  1. fana says :

    bagusss

  2. sinta says :

    lanjut……

  3. Rae Mi says :

    kerennnn… lanjut yahh 😉

  4. Dila says :

    Jiyeon. . . Kra2 jwb pa yaw
    Mdhan y tp ksian twu JB

  5. aa.ayuum»arum says :

    Ini belum ada lnjutanya yah??

  6. aa.ayuum»arum says :

    😦
    Pdhl alu pnsaran bgt m klnjutannya,,
    Udah d post d pjyff??

    Cobe publish d sna. kalo byk yg minatkan, bisa di lanjutin lagi
    *maksa
    нεнε ¨☺¨ нεнε ¨☺¨ нεнε

  7. rayajiyeon says :

    yah gak ada lnjutan x ya ..mmmmm pdahal q pnasarn bnget lanjutin donkkkkkk pleaseeeeeeeeeeeeee

  8. thaminana5 says :

    Lanjut…

  9. Jiyeonqueens says :

    Penasaran
    Lanjutannya manaaaa

  10. ninnin says :

    Lanjutin lanjutin lanjutin lha kk penasaran
    Semangaat kk!! semangat lanjutin MinJi shipper kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: